Campusnesia.co.id - Satu lagi film fiksi ilmiah bakal menemani libur lebaan 2026, kali ini bakal menghadirkan tema luar angksa lengkap dengan robot-robot yang gemesin, judulnya Pelangi di Mars.
Pelangi di Mars adalah film fiksi ilmiah keluarga Indonesia yang disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures. Film ini berlatar masa depan pada tahun 2090 dan mengisahkan kehidupan seorang anak yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan libur Idulfitri.
Film ini merupakan debut penyutradaraan film panjang Upie setelah sebelumnya dikenal melalui karya dokumenter dan video musik. Produksinya memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) dan metode produksi hybrid yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi.
Sinopsis Film Pelangi di Mars
Pada tahun 2090, kondisi Bumi menjadi tidak layak huni akibat krisis air bersih yang dimonopoli oleh perusahaan bernama Nerotex. Hal ini memaksa manusia untuk membentuk koloni di Planet Mars.
Cerita berfokus pada Pelangi (Messi Gusti), seorang gadis berusia 12 tahun yang memiliki status unik sebagai manusia pertama yang lahir dan tumbuh besar di Mars. Setelah ibunya, Pratiwi (Lutesha), dan koloni manusia lainnya meninggalkan planet tersebut, Pelangi tinggal bersama sekelompok robot yang terbengkalai. Bersama para robot tersebut, Pelangi berpetualang mencari mineral langka bernama Zeolith Omega yang diyakini dapat memurnikan air di Bumi.
Dafrar Pemeran Film Pelangi di Mars
Karakter manusia
Messi Gusti sebagai Pelangi
Lutesha sebagai Pratiwi
Rio Dewanto sebagai Banyu
Livy Renata sebagai Mirna
Myesha Lin sebagai Pelangi kecil
Karakter robot
Batik
Sulil
Kimchi
Yoman
Petya
Trailer Film Fiksi Ilmiah Indonesia Pelangi di Mars
Sutradara Upie Guava memulai riset untuk proyek ini sejak awal tahun 2020. Film ini diproduksi oleh Mahakarya Pictures bekerja sama dengan MBK Productions, serta didukung oleh Produksi Film Negara (PFN), RANS Entertainment, Guava Film, DossGuavaXR Studio, dan A&Z Films. Naskah film ini ditulis oleh Upie bersama Alim Sudio.
Menurut produser Dendi Reynando, proyek ini merupakan produksi dengan anggaran terbesar bagi Mahakarya Pictures sejauh ini. Karakter Pratiwi dalam film ini terinspirasi dari sosok Pratiwi Sudarmono, ilmuwan Indonesia yang pernah terpilih sebagai calon antariksawan NASA pada tahun 1985.
Teknis dan Syuting
Proses syuting menggunakan metode hybrid, yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual. Teknologi Extended Reality (XR) digunakan untuk memproyeksikan latar belakang Planet Mars yang dibuat menggunakan perangkat lunak Unreal Engine ke layar LED besar di studio DossGuavaXR.
Proses produksi dibagi menjadi dua fase utama:
1. Motion-capture
Dilakukan selama 12 hari untuk merekam gerakan dasar bagi karakter-karakter robot.
2. Live-action
Dilakukan selama 14 hari untuk adegan yang melibatkan aktor manusia.
Pemeran utama, Messi Gusti, dilaporkan menjalani proses syuting yang panjang, dimulai dari pengambilan gambar first look saat ia berusia 11 tahun hingga proses pascaproduksi saat ia duduk di bangku SMP.
Ia juga menjalani workshop khusus untuk mempelajari teknik berjalan di lingkungan gravitasi rendah layaknya seorang astronot.
Teaser trailer pertama film ini dirilis pada akhir tahun 2025. Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 18 Maret 2026, bertepatan dengan libur hari raya Idul Fitri.


.jpeg)








