Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Daftar Rekomentasi Toko Buku Indie di Jogja Cocok Jadi Destinasi Wisata Literasi

0
 


Campusnesia.co.id - Jika biasanya healing identik dengan mengunjungi tempat wisata instagramabel, makan di resto enak atau nongkrong di cafe yang aestetic kini ada satu tren yang tidak kalah uni serta asyik yaitu datang dan belanja di toko buku indie.

Toko buku indie yang dimaksud tidak hanya menjual buku penerbit indie namun juga menyediakan buku-buku terbitan penerbit populer, namun merujuk pada suasana tokonya yang unik dan seru jadi tujuan healing.

Lewat postingan kali ini kami akan hadirkan informasi tentang Daftar Rekomentasi Toko Buku Indie di Jogja Cocok Jadi Wisata Literasi, dimana biasanya Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya tujuan wisata. Apa saja? ini dia daftarnya:


1. Toko Buku Buku Akik
Alamat: 
Jl. Kaliurang Km 12, Gg. Besi Raja No.60 D, 
Candi Karang, Sardonoharjo, Ngaglik, 
Sleman Yogyakarta 55581
Telepon: 0899-9382-381


2. Toko Buku Natan
Alamat: 
Jl. Mondorakan No.5, Prenggan, Kec. Kotagede, 
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55192
Telepon: (0274) 2840241



3. Toko Buku Akal Buku
Alamat: 
Jl. Garuda No.110, RT.9/RW.34, Ngebel Gede, 
Sardonoharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
Telepon: 0821-6737-1000



4. Toko Buku Bawabuku
Alamat: 
Jl. Taman Sari No.1/310, Patehan, Kecamatan Kraton,
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55133
Telepon: 0812-4074-4044



5. Toko Buku Rumah Berdikari
Alamat: 
Jl. Elang Jawa No.29, Karangsari, Wedomartani, 
Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
Telepon: 0821-3648-3766



6. Toko Buku Togamas Kotabaru
Alamat:
Jl. Suroto No.8, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, 
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
Telepon: (0274) 554500



7. Toko Buku Warung Sastra
Alamat: 
Depan Indonesia College, Blunyahrejo TR II No.1180, 
Karangwaru, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55241



8. Toko Buku Gramedia Sudirman
Alamat: 
Jl. Jend. Sudirman No.54-56, Kotabaru, 
Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
Telepon: 0819-1554-0095



9. Toko Buku Kebun Buku
Alamat: 
Jl. Minggiran No.61A, Suryodiningratan, 
Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55141
Telepon: 0899-2222-010



10. The Lucky Boomerang Book Shop
Alamat: 
Jalan sosrowijayan GT / 95, Gg. 1, Sosromenduran, 
Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55271
Telepon: 0878-6169-8307



Demikian tadi sobat Campusnesia postingan kita kali ini tentang Daftar Rekomentasi Toko Buku Indie di Jogja Cocok Jadi Wisata Literasi, semoga bermanfaat sampai jumpa.





Penulis:
Nandar

Foto:
GoogleMap/Yahya Ayasy

KKN TIM I UNDIP 2024/2025 Melaksanakan Sosialiasasi Budidaya Ikan Lele dalam Ember: Upaya Integrasi Pertanian untuk Ketahanan Pangan di Desa Puhgogor

0


Campusnesia.co.id - Sukoharjo, 10 Februari 2025 - Tim 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar program kerja multidisiplin berupa sosialisasi budidaya ikan lele dalam ember (Budikdamber) di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Program ini mengusung tema Integrasi Pertanian dalam Peningkatan Ketahanan Pangan sebagai solusi inovatif dalam pemanfaatan lahan terbatas untuk meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat.

Sosialisasi ini disambut antusias oleh warga Desa Puhgogor, khususnya kelompok ibu rumah tangga dan petani lokal. Dalam kegiatan ini, tim KKN memberikan pemahaman mengenai konsep Budikdamber, teknik budidaya, serta manfaatnya dalam menunjang ketahanan pangan rumah tangga.

Tim KKN 1 Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa metode Budikdamber merupakan teknik sederhana yang memadukan perikanan dan pertanian dalam satu sistem. “Dengan menggunakan ember berkapasitas 30 liter, masyarakat dapat membudidayakan ikan lele sekaligus menanam sayuran seperti kangkung atau bayam di bagian atasnya. Ini merupakan bentuk integrasi pertanian yang mudah diterapkan di lingkungan rumah,” ujarnya.

Selain pemaparan teori, tim KKN juga mengadakan praktik langsung pembuatan Budikdamber. Para peserta diajarkan cara menyiapkan ember, memilih benih ikan yang berkualitas, serta merawat ikan dan tanaman agar mendapatkan hasil optimal. Tak hanya itu, tim juga memberikan beberapa set alat Budikdamber kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program ini.


Salah satu warga, Ibu Martini mengaku senang dengan adanya sosialisasi ini. “Wah idenya bagus, produk ini dapat memudahkan kita yang tidak mempunyai lahan untuk menanam kangkung” katanya.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Puhgogor dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya protein hewani dan sayuran. Tim KKN Universitas Diponegoro juga berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam penerapan Budikdamber agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.


Editor:
Achmad Munandar

KKN Tim I Universitas Diponegoro Tahun 2024/2025 Desa Puhgogor Melakukan Penyusunan Buku Profil Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari: Wujudkan Desa yang Lebih Terencana dan Terarah

0
 


Campusnesia.co.id - Sukoharjo, 11 Februari 2025 - KKN TIM I TAHUN 2024/205 Universitas Diponegoro menyusun buku profil desa sebagai langkah penting untuk mendokumentasikan potensi, perkembangan, dan informasi penting tentang desa tersebut. Penyusunan buku profil ini merupakan salah satu upaya untuk lebih mengenalkan desa Puhgogor kepada masyarakat luas, serta sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan terukur.

Kepala Desa Puhgogor, Bapak Suharno S.Sos, M.H merasa senang dengan adanya buku profil ini yang akan mencakup berbagai informasi mengenai sejarah desa, potensi alam dan sumber daya manusia, infrastruktur, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. “Buku profil ini tidak hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga untuk merencanakan langkah-langkah strategis pembangunan desa ke depan,” kata Bapak Suharno.

Proses penyusunan buku profil desa ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga kelompok-kelompok masyarakat lokal. Mereka bekerja bersama-sama untuk mengumpulkan data dan informasi yang akurat tentang desa. Data yang dihimpun akan digunakan sebagai dasar untuk merumuskan program-program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Buku profil desa ini diharapkan bisa menjadi referensi bagi berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun investor, yang ingin berkontribusi pada kemajuan Desa Puhgogor. Dengan adanya buku profil ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai kondisi desa, sehingga perencanaan pembangunan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.

Salah satu perangkat desa juga menyambut baik penyusunan buku profil desa ini. “Saya berharap buku profil ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga memberikan gambaran jelas mengenai potensi yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ibu Bapak Giyardi, salah satu perangkat desa.

Selain itu, buku profil desa Puhgogor juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukoharjo dalam memanfaatkan data desa secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penyusunan buku profil ini akan selesai dalam beberapa bulan mendatang, dan diharapkan dapat diluncurkan pada acara peringatan hari jadi Desa Puhgogor. Dengan demikian, buku profil desa ini tidak hanya menjadi karya dokumentatif, tetapi juga bagian dari upaya memajukan desa dan masyarakat Puhgogor ke arah yang lebih baik.



Editor:
Achmad Munandar

Kekerasan Seksual Di Lingkungan Pendidikan Masih Menjadi Masalah Yang Perlu Diatasi : Jangan Jadi Bom Waktu

0
 


Campusnesia.co.idSurakarta – Fenomena masalah kasus kekerasan seksual di lingkungan dunia Pendidikan sepertinya semakin mengkawatirkan, hal ini terlihat dari Tingkat prosentasi dimana setiap tahunnya terus meningkat. Melansir dari JPPI Tahun 2024 yang memberikan data bahwa kasus kekerasan seksual dilingkungan sekolah pada tahun 2024 sendiri sudah mencapai pada angka 293 kasus, dimana jenis kekerasan didominasi oleh kekerasan seksual jumlahnya mencapai 42 persen.

Kemudian disusul peringkat dibawahnya dengan kasus perundungan sebesar 31 persen, kekerasan fisik sebesar 10 persen, kekerasan psikis sebesar 11 persen, dan kebijakan yang mengandung kekerasan sebesar  6 persen. Selain itu kekerasan seksual pada Wanita lebih besar dimana prosentase sebesar 78% dan korban laki – laki sebesar 22%.

Tentunya angka tersebut harus menjadi perhatian khayalak ramai dan juga Pemerintahan Pusat. Hal ini dikarenakan setiap tahun prosentase terus meningkat, dimana dalam 5 tahun terakhir tidak terjadi penurunan. Dibandingkan data sebelumnya melansir dari JPPI dimana kasus tahun 2023 terjadi 285 kasus di Sekolahan.

Bahkan dari studi Lapangan yang sudah dilakukan oleh Kajian Penelitian tahun 2024 menunjukkan data bahwa banyak mayoritas anak sekolahan yang mengalami kekerasan seksual tidak berani melaporkan ke pihak sekolah dan berwajib. Alasannya meliputi : Karena takut dan kwatir karena ancaman, Malu karena Aib, Takut dimarahi orang tua, lemahnya perlindungan hukum kepada korban sehingga ditindaklanjuti korban dengan sikap diam terhadap kekerasan dan pelecehan disekolah.

Padahal apabila korban tetap diam dan tidak berani melaporkan, maka akan membuat si pelaku akan semakin berkuasa sehingga akan lebih besar berpotensi akan mengulang perbuatan serupa kembali. Hal ini terjadi karena bahwa Tindakan kriminalitas yang dilakukan tidak berbahaya bagi dirinya.

Sedangkan tempat Pendidikan yang menduduki peringkat tertinggi berdasarkan data dari Komnas Perempuan (2024) adalah di dunia Perguruan tinggi, dilingkungan kampus tingkat kekerasan seksual menempati urutan pertama untuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dengan 35 kasus pada tahun 2015 hingga 2021. 

Dari kasus diatas banyak sekali hambatan yang terjadi ketika terjadi kekerasan seksual dikampus, Hambatan tersebut terjadi salah satunya disebabkan adanya relasi kuasa yang kuat dari para pelaku. Kemudian, di sisi lain masyarakat bahkan lebih memercayai seseorang yang memiliki otoritas keilmuan maupun keagamaan dibandingkan korban.

Belum lagi, ditambah lambatnya respons dari institusi pendidikan dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual lantaran demi menjaga nama baik lembaganya semakin membuat korban tak berdaya. Hambatan-hambatan itu kerap membuat korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tak dipercaya ketika bersuara tentang apa yang dialaminya.

Tentunya menurut saya Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dibentuknya Komnas atau Satgas Kekerasan seksual di setiap kampus, yang didalamnya tidak hanya terdiri dari kalangan internalsaja yang meliputi dari BEM Mahasiswa, Dosen, Pejabat Internal, Yayasan kampus tetapi juga dari kalangan eksternal kampus yang meliputi kepolisian dari lingkup Polsek, Koramil setempat, Komnas Perempuan, Komnas HAM dan Pemerintahan Daerah.

Kemudian pentingnya pemberian edukasi tentang Penanganan Pencegahan perilakukan kekerasan seksualitas dilingkungan Sekolah. Dimana mahasiswa dan tenaga pengajar di lingkungan Pendidikan mendapatkan edukasi tentang Pencegahan Perilaku Kekerasan supaya tidak terjadi dan apabila sudah terjadi. 

Selain itu, kemudahan pemberian kemudahan akses dalam pelaporan apabila terjadi Tindakan kekerasan seksual, dengan penempelan Bar Qode pengaduan kekerasan seksual yang terdapat disetiap kelas atau dengan aplikasi pelaporan disetiap kampus yang terpusat yang langsung bisa dipantau oleh Satgas kekerasan Seksual kampus serta Rektor dan pemasangan CCTV disetiap fasilitas di lingkungan Pendidikan.

Tentunya yang paling penting adalah dengan pembuatan SOP peraturan dilingkungan kampus, seperti menghindari konsultasi dengan lawan jenis diluar lingkungan kampus seperti dirumah, di Café, Hotel dll. Hal ini tentunya untuk menghindari Tindakan pelecehan yang dilakukan tenaga pengajar kepada mahasiswa, seperti contoh yang terjadi di Indonesia dimana terdapat kasus pelecehan seksual yang dilakukan Dosen kepada mahasiswanya dirumah dosen, di café dan di Hotel yang pernah terjadi di salah satu Perguruan Tinggi di Sumatra.

Di tambah dengan sanksi tegas yang diberikan kepada pelaku kekerasan seksual tanpa pandang bulu akan membuat Tingkat presentase kekerasan seksualitas bisa menurun. Tentunya sanksi tegas tersebut tertera dalam peraturan Undang – undang yang berlaku bagi seluruh kampus yang berada diseluruh di Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Meskipun dengan Penerbitan Permendikbud No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi diharapkan mampu merespons situasi darurat kekerasan seksual yang terjadi di universitas, tetapi peran aktif dari korban dan Satgas Internal Kampus sangat berperan penting dalam penanganan kasus Kekerasan Seksualitas itu sendiri.



Penulis : 
Dr. Elinda Rizkasari.,S.Pd.,M.Pd
Dosen prodi PGSD Unisri Surakarta

Ilustrasi:
colourbox.com

Pemeliharaan Ayam Kampung Dari Aspek Nutrisi Pakan Di Kabupaten Rembang Untuk Mendukung SDG'S GOALS 1 (Mengakhiri Kemiskinan Dalam Segala Bentuk Di Manapun)

0
 


Campusnesia.co.id - Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang melakukan pendampingan peternak  di  Kecamatan Rembang Jawa Tengah dalam Pemeliharaan Ayam Kampung dari Aspek Nutrisi Pakan.

Salah satu peternak mengemukakan ayam kampung selama ini sebagai hewan peliharaan, dimana banyak anggota  menginginkan untuk beternak ayam kampung. Kondisi wilayah dengan bahan pakan yang minim menyebabkan pakan yang diberikan tidak sesuai dengan pertumbuhan ayam. Harga bahan pakan luar daerah yang mahal sehingga tidak dapat menyediakan pakan yang maksimal. Perlu adanya alternatif menggunakan bahan pakan yang ada di sekitar untuk pakan ayam.

Materi yang disampaikan Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si., mengenai ayam kampung merupakan salah satu komoditas unggas yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia, terutama di tingkat rumah tangga. Pakan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan, produksi telur, dan kesehatan ayam. Penggunaan pakan lokal dapat menjadi solusi yang efisien dan berkelanjutan bagi peternak ayam kampung skala rumah tangga, mengingat biaya pakan komersial yang semakin meningkat.peternak ayam kampung mulai beralih ke pakan lokal yang lebih terjangkau dan mudah diakses. Sumber pakan lokal ini mencakup limbah pertanian seperti dedak padi, jagung, dan sayuran sisa. Pemanfaatan pakan lokal tidak hanya mengurangi biaya pakan tetapi juga mendukung keberlanjutan pertanian lokal.

Ditambahkan lagi oleh Prof. Ir. Vitus Dwi Yunianto B. I., M.S., M.Sc., Ph.D. bahwa pakan menjadi tren penting dalam meningkatkan kualitas pakan lokal. Penelitian menunjukkan bahwa mencampurkan berbagai bahan pakan lokal dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ayam dengan lebih baik. Misalnya, campuran jagung, kedelai, dan hijauan dapat memberikan keseimbangan protein, karbohidrat, dan vitamin. ayam kampung yang diberi pakan lokal berbasis dedak padi dan sayuran sisa menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan yang diberi pakan komersial. Hasil ini menunjukkan potensi pakan lokal dalam meningkatkan produktivitas ayam kampung.

Kabupaten Rembang memiliki potensi lahan pertanian khususnya padi dan jagung. Selain padi dan jagung terdapat bermacam-macam rumput yang biasanya digunakan ternak ruminansi. By product kedua tanaman dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ayam kampung. Sumber pertanian yang mendukung dan kesadaran masyarakat dapat memotivasi seluruh masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan.


Kegiatan yang dilakukan oleh  Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan  Departemen FPP UNDIP  dilaksanakan dalam rangkaian percepatan tujuan  pembangunan nasional berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s). Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat mengakhiri kemiskinan yang masih ada di masyarakat.

Tim Departemen Peternakan FPP UNDIP yaitu Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si.,  Prof. Ir. Vitus Dwi Yunianto B. I., M.S., M.Sc., Ph.D., Dr. Ir. Mulyono, M.Si. Dan Dr. Istna mangisah, S.Pt., M.P.



Editor:
Achmad Munandar

Tim I KKN UNDIP 2024/2025 Desa Puhgogor Membuat Inovasi Camilan Balita Pencegah Stunting “Puding Telur Susu” Tinggi Kalori Tinggi Protein Bersama Ibu-Ibu PKK

0
 
Dokumentasi Novia Tri K., mahasiswi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Undip
 dengan salah satu perwakilan Ibu PKK 
sedang melakukan demonstrasi memasak puding telur susu (01/02/2025)


Campusnesia.co.id - Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Periode 2024/2025 Novia Tri Khoirunnisa dari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran mengadakan kegiatan demonstrasi pembuatan puding telur susu tinggi kalori tinggi protein sebagai inovasi camilan balita di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo pada Sabtu, 01 Januari 2025 sebagai salah satu pelaksaan program KKN.

Sebagai kegiatan untuk memberikan contoh pemanfaatan produk telur di masyarakat untuk dijadikan makanan tinggi nutrisi untuk balita, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Periode 2024/2025 melaksanakan demonstrasi pembuatan puding telur susu kepada masyarakat.

Puding telur susu merupakan inovasi camilan balita bernutrisi tinggi kalori tinggi protein dengan bahan utama kuning telur yang dikombinasikan dengan beberapa bahan lainnya guna mencukupi asupan balita sesuai dengan kebutuhannya.

Kegiatan ini berawal dari saran oleh Ibu Kepala Desa , Ibu Indriyani Suharno dengan ujaran
“Dari KKN besok waktu acara PKK membuat inovasi makanan untuk mencegah stunting ya”

Dengan ujaran tersebut mahasiswi Ilmu Gizi Undip Novia Tri Khoirunnisa memberikan inovasi untuk membuat puding telur susu dengan rasa manis yang diharapkan dapat lebih diterima oleh balita untuk asupan tinggi protein.

Bahan utama pembuatan puding telur susu adalah kuning telur dan susu dilengkapi dengan bahan lainnya seperti madu, mentega, agar-agar plain, dan air.

Puding telur susu (01/02/2025)

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa dan mendapatkan antusias yang baik dari ibu-ibu PKK dengan ikut melaksanakan demonstrasi bersama mahasiswi KKN Novia Tri Khoirunnisa.

Saat kegiatan berlangsung terdapat balita yang langsung dapat mengonsumsi puding susu dan ibu balita tersebut berkata “Enak sekali mbak pudingnya, teksturnya pas dan manis rasanya anak saya suka dan habis 2 wadah”

Demonstrasi pembuatan puding telur susu diharapkan dapat menambah wawasan dan keterampilan ibu balita dalam pemanfaatan telur sebagai salah satu inovasi pembuatan camilan balita tinggi nutrisi.

Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana program KKN dapat menjadi salah satu upaya pencegahan stunting pada balita melalui demonstrasi asupan tinggi kalori tinggi protein pada balita



Penulis : Novia Tri Khoirunnisa
Instansi : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
Tanggal terbit : 10 Februari 2025
Editor: Achmad Munandar

#KKN #KKNUNDIP #TIM12024/2025

Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Masyarakat Membuat Disinfektan PMK dari Bahan yang Mudah Ditemukan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

0


Campusnesia.co.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) yang ditempatkan di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, telah melaksanakan program pembuatan disinfektan untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. Program ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis bagi peternak dalam menjaga kesehatan ternak mereka dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan, seperti asam sitrat atau sitrun.

Asam sitrat dipilih sebagai bahan utama disinfektan karena sifatnya yang aman dan efektif dalam menonaktifkan virus PMK. Virus ini diketahui tidak tahan terhadap lingkungan asam, sehingga penggunaan asam sitrat dengan pH sekitar 4 dapat membantu mencegah penyebarannya. Selain itu, asam sitrat mudah diperoleh dan relatif terjangkau, menjadikannya pilihan ideal bagi peternak di pedesaan.

Proses pembuatan disinfektan ini cukup sederhana. Peternak hanya perlu melarutkan 50 gram asam sitrat ke dalam 500 liter air, kemudian mengaduknya hingga larut sempurna. Larutan ini dapat digunakan untuk menyemprot area sekitar kandang, peralatan ternak, serta bagian tubuh hewan seperti mulut dan hidung. Penggunaan rutin disinfektan ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran PMK di kalangan ternak.

Selain memberikan pelatihan pembuatan disinfektan, mahasiswa KKN Undip juga mensosialisasikan pentingnya sanitasi kandang dan pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak. Mereka membagikan leaflet edukatif dan memberikan pendampingan langsung kepada peternak dalam menerapkan praktik-praktik tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peternak akan pentingnya pencegahan PMK melalui metode yang sederhana namun efektif.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Puhgogor. Para peternak merasa terbantu dengan adanya solusi praktis dan ekonomis dalam mencegah PMK. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam beternak, sehingga kesejahteraan peternak dan kesehatan ternak dapat terjaga dengan baik.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Memanfaatkan Limbah Ternak Cair Untuk Dimanfaatkan Sebagai Pupuk Organik Cair

0


Campusnesia.co.id - KKN Tim I Undip telah dilaksanakan mulai 8 Januari 2025 hingga 16 Februari 2025. Berbagai kegiatan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan. Salah satunya adalah KKN yang dilaksanakan di Kecamatan Bendosari, Desa Puhgogor, Kabupaten Sukoharjo. Tema KKN kali ini yaitu “Ketahanan Pangan Berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s)”.

Kegiatan KKN berfokus pada berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya adalah pembuatan pupuk organik cair (POC). Program ini bertujuan untuk membantu para petani setempat dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Mahasiswa KKN memberikan edukasi tentang manfaat pupuk organik cair, termasuk perannya dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berlebihan.

Pembuatan POC dilakukan oleh mahasiswa KKN bernama Iqbal Noer Kholis dari Fakultas Peternakan dan Pertanian melalui sosialisasi dan demonstrasi yang melibatkan mahasiswa dan warga desa. Alat yang dibutuhkan meliputi ember, pengaduk dan botol aqua bekas 1 liter. Bahan-bahan utama yang digunakan meliputi limbah organik dari ternak terutama urin sapi/kambing, molase sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme pengurai dan EM 4 sebagai starter. 

Cara pembuatan pupuk organik cair ini yaitu menyiapkan alat dan bahan yang telah ditentukan. Kemudian, tuang secara berurutan dimulai dari urin ternak sebanyak 600 ml, molases 50 ml dan EM 4 sebanyak 1 -2 tutup botol. Setelah semuanya masuk, bahan diaduk hingga homogen. Setelah homogen, masukkan ke dalam botol aqua dan tutup rapat-rapat. Usahakan tidak ada udara sedikitpun yang masuk agar memaksimalkan kinerja bakteri an aerob. Melalui fermentasi selama beberapa minggu, pupuk ini dapat digunakan untuk memperkaya unsur hara dalam tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga memperkenalkan metode sederhana agar masyarakat dapat membuat dan memanfaatkan pupuk organik cair secara mandiri dengan bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka.

Selain pelatihan pembuatan pupuk, mahasiswa KKN UNDIP juga membantu dalam penerapan langsung POC di lahan pertanian warga. Mereka mendampingi petani dalam menguji efektivitas pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti padi, sayuran, dan buah-buahan. Hasil awal menunjukkan bahwa penggunaan POC dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan tanpa merusak ekosistem tanah. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Puhgogor dapat menerapkan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta mengurangi biaya produksi dengan menggunakan pupuk yang dibuat secara mandiri. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Puhgogor dapat memperoleh manfaat jangka panjang serta memiliki keterampilan dan wawasan baru dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Ubah Sampah Jadi Karya! KKN UNDIP Kenalkan Seni Kolase dari Sampah Plastik

0
 
Joanna Cahya Shalomita dari Teknik Arsitektur saat kegiatan pembelajaran Seni Kolase dari Sampah Plastik d SDN 01 Sawangan, Jumat (24/01/2025) (foto: dokumentasi KKN).


Campusnesia.co.id - Batang, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 1, Joanna Cahya Shalomita, dari Program Studi S-1 Teknik Arsitektur, mengadakan kegiatan Pembelajaran Seni Kolase dari Sampah Plastik untuk anak-anak. 

Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Batang, dan mendapat sambutan antusias dari para siswa (Jumat 24/01/2025).

Sebagai mahasiswi arsitektur, Joanna menggabungkan unsur seni dan edukasi lingkungan dalam program ini. Anak-anak diajak untuk berkreasi dengan sampah plastik bekas, seperti bungkus makanan dan minuman, yang sebelumnya telah dikumpulkan bersama. Melalui kegiatan ini, mereka belajar memilih, memotong, dan menyusun potongan plastik hingga membentuk gambar menarik di atas media kertas.

Lebih dari sekadar membuat karya seni, program ini juga memberikan edukasi mengenai bahaya sampah plastik terhadap lingkungan serta bagaimana mengurangi limbah melalui konsep recycle. Selain itu, anak-anak juga mengasah motorik halus, kreativitas, dan jiwa kompetitif, karena di akhir kegiatan, dipilih beberapa karya terbaik sebagai pemenang.

Para siswa tampak bersemangat dan bangga dengan hasil karya mereka, bahkan dengan antusias menunjukkan hasilnya kepada teman-teman dan guru. Kepala Sekolah SDN 01 Sawangan turut mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas siswa sejak dini.

Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan kebiasaan memilah dan mendaur ulang sampah dalam kehidupan sehari-hari. Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam meningkatkan edukasi lingkungan bagi generasi muda di Desa Sawangan.



Editor:
Achmad Munandar

Potensi Properti di Desa Sawangan: Mahasiswa KKN UNDIP Bagikan Booklet Prinsip Desain Rumah Sewa

0
 
Joanna Cahya Shalomita dari Teknik Arsitektur saat penyerahan Booklet Prinsip Desain Rumah Sewa di Balai Desa Sawangan, Rabu (22/01/2025) (foto: dokumentasi KKN).


Campusnesia.co.id - Batang, JatengNews.id – Sebagai daerah penyangga Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Desa Sawangan memiliki potensi besar untuk berkembang seiring meningkatnya kebutuhan hunian bagi para pekerja industri. 

Melihat peluang ini, Joanna Cahya Shalomita, mahasiswi Program Studi S-1 Teknik Arsitektur yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 1, membuat dan membagikan booklet tentang prinsip desain rumah sewa sehat dan efisien kepada masyarakat Desa Sawangan (Rabu 22/01/2025).

Booklet ini berisi panduan mengenai sirkulasi udara yang baik, pencahayaan alami, pemanfaatan ruang yang efisien, pemilihan material yang ekonomis serta ramah lingkungan, dan strategi desain yang dapat mengurangi konsumsi energi. Dengan adanya booklet ini, diharapkan masyarakat memiliki referensi praktis dalam membangun rumah sewa agar lebih layak huni dan berdaya saing di tengah meningkatnya permintaan tempat tinggal.

Booklet ini diberikan kepada perangkat desa serta warga yang memiliki atau berencana membangun rumah sewa. Respon positif datang dari masyarakat yang merasa bahwa informasi dalam booklet ini sangat bermanfaat dan aplikatif. Dengan panduan yang mudah dipahami, warga dapat menerapkan prinsip desain yang lebih sehat, nyaman, dan efisien dalam pengelolaan properti mereka.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung pembangunan desa dan pengembangan ekonomi desa yang lebih berkelanjutan melalui sektor properti.



Editor:
Achmad Munandar

Gerakan Anti Stunting: Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Demo Masak di Posyandu Desa Sawangan

0
 

Tim 1 KKN UNDIP 2025 melaksanakan program kerja Gerakan Anti Stunting (sumber: dokumentasi KKN)

Campusnesia.co.id - Batang, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 1 di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, menggelar Gerakan Anti Stunting sebagai bagian dari upaya edukasi gizi bagi masyarakat. Program ini berfokus pada pencegahan stunting sejak dini dengan memberikan pemahaman tentang pola makan sehat, pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil.

Sebagai bentuk edukasi yang lebih interaktif, mahasiswa KKN UNDIP melakukan demo masak di Posyandu ibu hamil dengan menyajikan dua menu sederhana bergizi tinggi, yaitu pancake pisang dan sup tahu pada hari Sabtu (25/01/2025). Kedua menu ini dipilih karena mudah dibuat, menggunakan bahan yang terjangkau, serta kaya akan nutrisi penting seperti protein, serat, dan vitamin yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin dan anak-anak.

Selain demonstrasi memasak, mahasiswa juga membagikan booklet edukasi yang berisi informasi mengenai makanan bergizi untuk ibu hamil dan anak-anak serta cara memenuhi kebutuhan gizi seimbang dan MPASI.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para ibu hamil yang hadir. Mereka tidak hanya menyaksikan proses memasak, tetapi juga ikut berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai pola makan selama kehamilan. Kader Posyandu turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting.

Sebagai desa yang terus berkembang di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Desa Sawangan memiliki tantangan dalam memastikan kesejahteraan kesehatan masyarakatnya. Oleh karena itu, melalui Gerakan Anti Stunting ini, diharapkan para ibu lebih memahami pentingnya asupan gizi yang cukup bagi kesehatan ibu dan anak, sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.

Program ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung program kesehatan masyarakat dengan pendekatan multidisiplin yang aplikatif dan berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa UNDIP Tim 1 KKN Wujudkan Identitas Desa Sawangan dengan Plang RT dan RW

0
 
Tim 1 KKN Undip 2025 melaksanakan program kerja pembuatan Plang RT & RW di Desa Sawangan, Gringsing, Batang.

Campusnesia.co.id -  Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 1 Universitas Diponegoro telah sukses melaksanakan program kerja Pembuatan Plang RT dan RW di Desa Sawangan, Gringsing, Batang pada minggu ke-4 hingga minggu ke-6. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keteraturan administrasi desa serta mempermudah identifikasi rumah ketua RT dan RW bagi masyarakat dan pihak luar yang berkunjung.

Sebelumnya, Desa Sawangan mengalami kesulitan dalam pengurusan administrasi dan identifikasi lokasi karena tidak adanya plang yang jelas untuk rumah ketua RT dan RW. Kondisi ini sering kali menyulitkan warga maupun tamu yang ingin mengurus keperluan administratif atau mencari fasilitas publik di desa tersebut.

Program ini diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi lokasi rumah ketua RT dan RW di berbagai wilayah desa. Tim KKN kemudian merancang plang yang mengedepankan visibilitas agar mudah terlihat oleh masyarakat. Setelah desain selesai, tim menyusun anggaran biaya dan mempersiapkan material yang diperlukan untuk pembuatan plang.

Ketua RT 02 RW 04 Desa Sawangan, Bapak Supriyono, menyampaikan apresiasi terhadap program ini. “Dengan adanya plang RT dan RW ini, kami sangat terbantu dalam hal administrasi dan komunikasi. Warga jadi lebih mudah mengakses layanan dan mengurus berbagai keperluan,” ujarnya.

Tim KKN 1 Universitas Diponegoro berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Sawangan serta menjadi inspirasi bagi desa lain dalam meningkatkan keteraturan administrasi dan fasilitas publik.



Editor:
Achmad Munandar

Efisiensi Pertanian Meningkat: Implementasi Alat Penanam Bibit Jagung oleh Mahasiswa TIM 1 KKN UNDIP di Desa Sawangan

0
 
Mahasiswa KKN 1 UNDIP, Fadhillah Raka Pratama, mendemonstrasikan alat sederhana penanam bibit jagung ke petani jagung.

Campusnesia.co.id - Upaya peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan di Desa Sawangan dengan adanya program inovatif berupa pembuatan dan implementasi alat penanam bibit jagung sederhana. Program ini digagas oleh Fadhillah Raka Pratama, mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi,  salah satu anggota TIM 1 KKN UNDIP, dengan tujuan membantu petani mengatasi kendala dalam proses penanaman yang selama ini masih dilakukan secara manual.


Identifikasi Masalah dan Solusi
Desa Sawangan dikenal sebagai daerah dengan komoditas utama jagung dan memiliki lahan pertanian yang luas. Namun, metode penanaman yang masih mengandalkan tenaga manual memerlukan waktu dan tenaga yang cukup besar. Hal ini menjadi kendala utama terutama saat musim tanam tiba, sehingga produktivitas pertanian belum optimal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini mengembangkan alat penanam bibit jagung sederhana yang dirancang sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan setempat. Alat ini diharapkan dapat menghemat waktu, tenaga, serta meningkatkan efisiensi kerja para petani.


Dampak dan Harapan ke Depan
Petani di Desa Sawangan menyambut baik program ini karena dapat mengurangi beban kerja mereka dan meningkatkan efisiensi dalam proses penanaman. Dengan alat ini, diharapkan jumlah tanaman yang dapat ditanam per hari meningkat signifikan dibandingkan dengan metode manual.

“Dengan alat ini, kami tidak perlu membungkuk terus-menerus saat menanam, sehingga lebih cepat dan tidak terlalu melelahkan,” ujar Pak Suyono, petani jagung di Desa Sawangan pada Jumat, 31 Januari 2025.

Selain itu, program ini juga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan lebih banyak komunitas tani serta memperbaiki desain alat agar semakin optimal. 

Harapannya, inovasi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pertanian di desa-desa lain yang memiliki permasalahan serupa.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Tim 1 KKN Undip Melakukan Sosialisasi K3 dan Pengadaan APD untuk Bengkel Las di Desa Sawangan

0
 
Mahasiswa KKN 1 UNDIP, Fadhillah Raka Pratama, memberikan dan mengedukasi guna APD las ke pekerja las di Desa Sawangan.

Desa Sawangan memiliki beberapa bengkel las yang menjadi sektor pekerjaan utama bagi masyarakat setempat. Namun, masih banyak pekerja yang belum sepenuhnya memahami pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, Fadhillah Raka Pratama salah satu anggota Tim KKN 1 Undip mengambil inisiatif untuk mengadakan sosialisasi mengenai K3 serta menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja las.

Pelaksanaan program ini dimulai dengan identifikasi jumlah bengkel las di desa dan diskusi awal dengan para pemilik bengkel untuk mengetahui kondisi kerja serta kebutuhan mereka dalam hal keselamatan kerja pada Kamis, 23 Januari 2025. Setelah itu, mahasiswa melaksanakan sesi sosialisasi berupa workshop yang membahas risiko kecelakaan kerja di bengkel las, teknik kerja aman saat mengelas, serta demonstrasi penggunaan alat pelindung diri seperti penutup kuping dan topeng pelindung las.

Selain itu, tim KKN juga menyerahkan sejumlah APD secara simbolis kepada beberapa bengkel sebagai percontohan. Para pekerja diberikan pelatihan langsung mengenai cara merawat dan menggunakan APD secara optimal agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pelaku Bengkel Las di Desa Sawangan, Bapak Taufiq, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Kini kami lebih memahami pentingnya keselamatan kerja dan alat pelindung diri. Semoga ke depan, seluruh bengkel di desa ini bisa menerapkan standar K3 dengan lebih baik,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pekerja bengkel las di Desa Sawangan semakin sadar akan pentingnya keselamatan kerja sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan produktivitas kerja. KKN 1 Universitas Diponegoro terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat desa.



Editor:
Achmad Munandar

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Mahasiswa KKN Undip Perkenalkan Profil Desa Puhgogor

0


Campusnesia.co.id - Universitas Diponegoro melakukan penerjunan sekitar 400 mahasiswa di Kabupaten Sukoharjo dalam rangka kuliah kerja nyata (KKN) sekaligus pengabdian masyarakat. Silvia Wahyuning Tiyas merupakan salah satu mahasiswi KKN dari jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik yang mengikuti KKN Tim I dan ditempatkan di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Sebagai perwujudan kontribusi dalam pengembangan desa, Silvia menyusun profil Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Buku profil menjadi langkah strategis pembangunan berkelanjutan. Profil desa disajikan melalui infografis yang diserahkan secara simbolis kepada Bapak Suharno, S.Sos., M.H., selaku Kepala Desa Puhgogor pada 7 Februari 2025 di Balai Desa Puhgogor. 

Profil Desa merupakan gambaran umum wilayah yang mencakup kondisi geografis, kependudukan, ekonomi dan sosial di suatu wilayah. Penyusunan prodil desa dapat mendukung pembangunan berkelanjutan atau SDGs Desa tujuan nomor 17 yaitu “Kemitraan untuk Pembangunan Desa”. Profil desa juga menjadi salah satu dasar dalam penyusunan perencanaan kebijakan, sehingga perencanaan kebijakan sesuai dengan kebutuhan desa tersebut. Profil desa yang disajikan dalam bentuk infografis bukan hanya sekedar visualisasi data, melainkan juga sebagai alat komunikasi, serta partisipasi berbagai pihak dalam mewujudkan desa yang berkelanjutan. 

Penyusunan Profil Desa Puhgogor dilakukan dengan melibatkan beberapa pihak terkait, yang diawali dengan pengumpulan data baik secara primer melalui wawancara bersama masyarakat dan pemerintah desa, maupun secara sekunder melalui data-data dari pemerintah desa dan website resmi lainnya. Selanjutnya data yang diperoleh disajikan menjadi sebuah informasi dalam bentuk peta, grafik dan yang lainnya. Kemudian peta dan grafik tersebut disusun dalam sebuah infografis yang menyajikan informasi terkait visi misi, profil, potensi dan permasalahan di Desa Puhgogor. 

Jika dilihat dari lokasinya, Desa Puhgogor memiliki karakteristik yang cukup menarik. Desa ini berbatasan langsung dengan kabupaten lain yaitu Kabupaten Karanganyar, sehingga aktivitas masyarakat cenderung berhubungan dengan kabupaten Karanganyar. Kondisi perekonomian di Desa Puhgogor didominasi pada sektor pertanian, hal ini dapat dilihat dari penggunaan lahan eksisting. Adapun komoditas utamanya adalah padi, kacang tanah, jagung, sapi dan kambing. Namun di sisi lain, terdapat permasalahan dalam pertanian terutama saat musim kemarau terkait dengan irigasi. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu petani di Desa Puhgogor, “Wonten mriki rata-rata pertanian sae, nanging pas musim ketiga masalahe banyu kangge irigasi pertanian kurang” artinya “Di sini rata-rata pertaniannya bagus, tetapi jka musim kemarau permasalahan air untuk itigasi pertanian kurang” ujar Bu Waginem. Selain itu, masih banyak potensi dan permasalahan di Desa Puhgogor yang dijelaskan dalam profil desa.

Penyusunan Profil Desa Puhgogor diharapkan dapat menjadi instrumen perencanaan desa untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui pemahaman terkait kondisi wilayah, potensi dan permasalahan yang terjadi di Desa Puhgogor, diharapkan Pemerintah Desa Puhgogor dapat merumuskan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Melakukan Pemetaan Sarana Prasarana Sebagai Langkah Perwujudan Pemerataan Pembangunan Desa Puhgogor

0


Campusnesia.co.id - Universitas Diponegoro melakukan penerjunan sekitar 400 mahasiswa di Kabupaten Sukoharjo dalam rangka kuliah kerja nyata (KKN) sekaligus pengabdian masyarakat. Silvia Wahyuning Tiyas merupakan salah satu mahasiswi KKN dari jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik yang mengikuti KKN Tim I dan ditempatkan di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Dalam bentuk kontribusi terhadap pengembangan desa serta mendukung pembangunan berkelanjutan, Silvia melakukan pemetaan sarana prasarana Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Peta persebaran sarana prasarana Desa Puhgogor diserahkan secara simbolis kepada Bapak Suharno, S.Sos., M.H., selaku Kepala Desa Puhgogor pada tanggal 7 Februari 2025 di Balai Desa Puhgogor. 

Pemetaan sarana dan prasarana adalah proses identifikasi, pencatatan, dan visualisasi berbagai fasilitas umum yang tersedia di suatu wilayah, dalam konteks ini dilakukan di Desa Puhgogor. Pemetaan sarana prasarana bertujuan untuk mengetahui persebaran sarana prasarana yang dapat menjadi langkah awal dalam pemerataan pembangunan di Desa Puhgogor. Penyusunan peta sarana prasarana dapat mendukung SDGs Desa tujuan nomor 9 yaitu “Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan”. 

Pemetaan sarana dan prasarana di Desa Puhgogor dilakukan dengan memanfaatkan informasi dari website Badan Informasi Geospasial dan Google Sattelite. Sarana prasarana yang terdapat di Google Sattelite diklasifikasikan sesuai dengan fungsinya, seperti pendidikan, kesehatan, peribadatan dan lainnya. Selain itu juga melakukan survei primer untuk memperoleh titik koordinat lokasi sarana yang tidak tersedia di Google Sattelite. Setelah melakukan pengumpulan data baik secara primer maupun sekunder, dilakukan validasi data ke Pemerintah Desa terkait lokasi persebaran sarana prasarana. Selanjutnya dilakukan pemetaan persebaran sarana prasarana dengan menggunakan software Qgis. 

Desa Puhgogor memiliki sarana yang cukup lengkap, seperti Paud, TK, SD, SMP, Puskesmas Pembantu, balai desa, lapangan, embung, balai pertemuan yang tersedia di setiap dukuh. Melihat kondisi eksisting, persebaran sarana prasarana di Desa Puhgogor cenderung merata di setiap dukuhnya. Sarana prasarana yang tersedia sangat mendukung aktivitas masyarakat Desa Puhgogor. Pemetaan sarana prasarana dengan mengumpulkan data secara primer dan sekunder diapresiasi oleh Pemerintah Desa Puhgogor yaitu Bapak Giyardi selaku Kasi Pemerintahan Desa Puhgogor. “Pemetaan persebaran sarana prasarana memang lebih baik dilakukan secara langsung karena beberapa lokasi tidak tercantum di dalam Google Maps. Pemetaan sarana prasarana ini sangat penting untuk mengetahui persebaran sarana prasarana.” 

Pemetaan sarana prasarana di Desa Puhgogor diharapkan dapat menjadi instrumen dalam pemerataan pembangunan. Melalui pemahaman terkait persebaran sarana prasarana di setiap dukuhnya, pembangunan yang direncanakan di masa yang akan datang di Desa Puhgogor dapat dilakukan secara merata, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Bantu UMKM Tempe Menuju Standarisasi Produksi Sesuai SNI 3144:2009

0

Penyerahan Buku Panduan Inspection Product Kepada Pemilik Usaha Tempe Bu Mul


Campusnesia.co.id - Kabupaten Sukoharjo (01/02/2025) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Tahun 2025 Universitas Diponegoro (UNDIP) yang bertugas di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, turut serta dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Salah satu UMKM yang mendapat perhatian adalah Tempe Bu Mul, usaha tempe rumahan yang telah berdiri sejak tahun 1997 dan menjadi salah satu produsen tempe tertua di desa tersebut.

Tempe Bu Mul memiliki jangkauan pemasaran yang cukup luas, mencakup warung kelontong, warung makan, serta berbagai tempat lainnya. Namun, usaha ini menghadapi kendala dalam identitas usahanya. Hingga saat ini, tempat produksi tempe tersebut belum memiliki spanduk atau papan nama yang jelas, sehingga menyulitkan konsumen maupun pihak luar yang ingin mencari lokasi produksi. Selain itu, meskipun produk tempe dari UMKM ini telah bersertifikat halal, namun izin edar dari BPOM masih belum diperoleh.

Menanggapi permasalahan ini, salah satu mahasiswa KKN, Konita, dari jurusan Manajemen dan Administrasi Logistik, membantu pembuatan spanduk sebagai identitas UMKM Tempe Bu Mul. Spanduk ini berfungsi sebagai penanda yang memudahkan konsumen dan calon mitra usaha dalam mengenali lokasi produksi tempe tersebut.
 
Desain Spanduk Sebagai Identitas UMKM Tempe Bu Mul

Selain itu, sebagai upaya membantu UMKM ini dalam memperoleh izin edar BPOM, mahasiswa KKN juga menyusun buku panduan inspection product. Buku ini berisi langkah-langkah produksi tempe yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 3144:2009, yang dapat menjadi acuan bagi UMKM dalam memastikan kualitas dan keamanan produk. Beberapa poin penting yang dicantumkan dalam buku panduan ini meliputi diagram alir proses produksi tempe, inspeksi terhadap potensi kerusakan tempe, standar SNI, metode inspeksi tempat produksi, kondisi lingkungan produksi, kualitas kedelai sebagai bahan baku, hingga standar kemasan tempe.

Dengan adanya spanduk identitas dan buku panduan inspection product ini, diharapkan UMKM Tempe Bu Mul dapat lebih mudah dikenali oleh masyarakat serta lebih siap dalam mengurus perizinan BPOM. Langkah ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.



Editor:
Achmad Munandar

Kemas Ulang Branding, Mahasiswa KKN UNDIP Bantu UMKM Sudele Makin Dikenal

0
Penyerahan Desain dan Hasil Cetak Kemasan Kepada UMKM Susu Kacang Kedelai Pak Sumarno


Campusnesia.co.id - Kabupaten Sukoharjo (23/01/2025) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Tahun 2025 Universitas Diponegoro (UNDIP) yang ditempatkan di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, melaksanakan berbagai program kerja yang menyasar masyarakat setempat. Salah satu program yang dijalankan adalah membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya Susu Kacang Kedelai (Sudele) milik Pak Sumarno. UMKM yang telah berdiri sejak tahun 2012 ini menghadapi kendala dalam desain logo kemasan yang kurang sesuai dengan ukuran botol 250 ml dan cup 10 oz, sehingga mempengaruhi daya tarik produk di pasaran.

Menanggapi permasalahan tersebut, salah satu mahasiswa KKN, Konita, dari jurusan Manajemen dan Administrasi Logistik angkatan 2021, melakukan re-desain terhadap logo kemasan Sudele. Desain baru ini dirancang tidak hanya untuk memberikan tampilan yang lebih menarik tetapi juga berfungsi melindungi produk dari paparan sinar matahari. Hal ini menjadi aspek penting mengingat susu kedelai yang diproduksi tidak menggunakan bahan pengawet dan memiliki masa simpan yang terbatas.

Selain itu, desain baru logo kemasan juga dilengkapi dengan berbagai informasi penting seperti varian rasa, tanggal kedaluwarsa, manfaat produk, tabel nutrisi, komposisi, serta saran penyajian. Dengan adanya informasi yang lebih lengkap dan jelas, diharapkan konsumen dapat lebih memahami kandungan serta manfaat dari susu kedelai Sudele.

Desain Kemasan Botol Susu Kacang Kedelai Pak Sumarno 250ml
 
Upaya re-desain ini mendapatkan apresiasi dari pemilik usaha, Pak Sumarno, yang berharap inovasi ini dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing produknya di pasaran. “Dengan adanya logo kemasan yang lebih informatif dan menarik, kami optimis produk kami bisa lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat,” ujarnya.

Mahasiswa KKN UNDIP berharap bahwa melalui program ini, UMKM di Desa Puhgogor dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung usaha lokal agar lebih berdaya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.



Editor:
Achmad Munandar

Penerapan K3 di Bengkel Motor dan Bengkel Las: Strategi Meningkatkan Keselamatan Kerja di Desa Depok

0


Campusnesia.co.id - Bengkel motor adalah tempat yang menyediakan layanan perawatan, perbaikan, dan modifikasi sepeda motor. Bengkel ini berperan penting dalam menjaga performa kendaraan agar tetap optimal dan aman digunakan. engkel motor merupakan sektor usaha yang penting dalam industri otomotif. Dengan perkembangan teknologi, manajemen yang baik, serta penerapan standar keselamatan kerja (K3), bengkel motor dapat berkembang lebih profesional dan efisien.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bengkel motor sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja, menjaga kesehatan pekerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Pekerjaan di bengkel motor melibatkan alat berat, bahan kimia berbahaya, kelistrikan, dan kebisingan yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan jika tidak dikelola dengan baik.

Bengkel las adalah tempat kerja yang digunakan untuk melakukan proses penyambungan, pemotongan, atau perbaikan logam menggunakan teknik pengelasan. Bengkel las dapat berskala kecil (rumahan) atau besar (industri). Pengelasan merupakan salah satu proses industri yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting untuk mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengelasan sangat penting untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dengan menerapkan APD, ventilasi yang baik, SOP keselamatan, dan pelatihan pekerja, risiko dapat dikendalikan. Kepatuhan terhadap regulasi K3 juga memastikan bahwa proses pengelasan berjalan dengan aman dan efisien.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, pekerja pengelasan wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar keselamatan, seperti:

1. Helm las
untuk melindungi mata dan wajah dari sinar ultraviolet dan percikan api.

2. Sarung tangan tahan panas 
untuk melindungi tangan dari suhu tinggi dan percikan logam cair.

3. Pakaian kerja tahan api yang menutupi seluruh tubuh
untuk menghindari luka bakar.

4 Sepatu keselamatan (safety shoes) berbahan kulit dengan sol tahan panas 
untuk melindungi kaki dari benda tajam dan percikan api.

5. Masker atau respirator 
untuk mengurangi paparan asap las dan gas berbahaya.

6. Pelindung pendengaran (earplug atau earmuff)
jika bekerja di lingkungan dengan kebisingan tinggi.


Penerapan K3 yang baik memiliki berbagai manfaat, antara lain:

1. Mencegah Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja

2. Meningkatkan Produktivitas Pekerja

3. Menjaga Keamanan dan Kesehatan Pekerja

4. Mengurangi Biaya Akibat Kecelakaan Kerja

5. Memenuhi Standar Hukum dan Peraturan Pemerintah
 


KKN TIM I Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2025 yang melaksanakan KKN di Desa Depok membuat sebuah program Peningkatan K3 bengkel motor dan bengkel las di desa Depok.

Mahasiswa KKN Undip telah melaksanakan penyuluhan mengenai peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengelasan serta memberikan alat pelindung diri (APD) khusus las guna mendukung penerapan K3 di bengkel motor dan bengkel las. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemilik usaha terhadap pentingnya aspek keselamatan kerja, sehingga mereka lebih waspada dalam mengantisipasi potensi bahaya di lingkungan kerja.

Program ini berhasil dilaksanakan dengan baik dan mendapat respons positif dari pemilik usaha, yang kini semakin memahami risiko kecelakaan kerja dan langkah-langkah pencegahannya. Harapannya, program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pemilik bengkel motor dan bengkel las serta membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja di masa mendatang.



Penulis : Hiliya Kemuning Putri Deyani
Prod : Rekayasa Perancangan Mekanik
Fakultas : Sekolah Vokasi
DPL : Afina Hasya, S.T., M.M. 
Lokasi : Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang
Editor : Achmad Munandar